Selasa, 22 Desember 2009

SMS KOSONG ( co - pas )

Ponsel Anda berdering. Ada sms masuk di Inbox. Pengirimnya seseorang yang Anda kenal. Pas dibuka, eh, isinya kosong. Reaksi Anda? Mungkin kesel, trus ngirim reply semacam, “Apaan sih?”, atau setidaknya membalas dengan sms kosong juga.

Sms kosong kerap dijadikan orang sebagai alat pendeteksi, kapan nomor yang dikirimi sms itu aktif, yang segera diketahui melalui laporan pengiriman atau delivery report. Langkah yang lebih cerdas, ketimbang harus menghubungi tiap lima menit, hanya untuk mendengar jawaban yang sama, “Nomor yang Anda tuju masih selingkuh, mohon sabar menunggu giliran, beberapa menit lagi“.

Terus bagaimana pula, bila orang yang sama mengirimi Anda sms kosong berkali-kali, atau 3 kali sehari, kayak makan antibiotik? Sementara Anda sendiri tipikal orang yang mengaktifkan ponsel 24 jam, seperti SPBU di Jalur Pantura, jadi ngga perlu dideteksi segala.

Pasti lebih menyebalkan lagi kan? Anda bahkan mulai menyalahkan operator selular tertentu, yang mengobral promo ber-sms gratis.

Tapi tunggu dulu, Saudara-saudara! Bukankah dalam mulut yang terkatup kadang tersimpan beribu maksud? Bukankah tak setiap rasa bisa menemukan kata, bisa diberi nama? Bukankah pada sms kosong mungkin ada rindu yang merintih melolong, dari dalam hati yang jatuh tak tertolong?

Ah Bohong! Biar anjing menggonggong, ngirim sms kosong tetap aja kerjaan preman lontong, manusia bermental ompong, anak sundel bolong, yang ngga perlu ditolong. Sori ya, bukannya sombong, tapi kalau iseng kira-kira dong! (Deuh, mulut sampe monyong, kayak abis gotong royong mendorong truk yang terjebak di lumpur Porong…)

Nggak juga… Setidaknya, ketika mengirim sms itu, dia harus mencari nama Anda di phonebook-nya, dan ketika memencet tombol “Send” dia harus memastikan nama dan nomormu yang ada di sana, dan itu berarti dia sedang mengingatmu.

Mungkin lebih dari sekadar mengingatmu, dia merindukanmu, tapi tak bisa menemukan kata, atau cara lain untuk memberitahumu.

Kerinduan memang kerap membuat orang kehabisan kata, tiba-tiba fakir bahasa miskin aksara.

Tetapi sebaliknya, kata-kata–apalagi bila berlebih– justru bisa memiskinkan makna.

Aku pernah memposting Sms Cinta yang Meluluhkan Hati. Laris manis, Bo! Dan dari beberapa komen yang didapatnya, sepertinya banyak juga yang terbantu. Alhamdulillah, terpujilah Tuhan.

Di kotak draft sebenernya udah ada edisi 5 dan 6, tapi urung dirilis. (Tsaah, kek album superband aja). Soalnya aku mulai berpikir, seindah-indahnya susunan kata itu–yang sebagian besar kumodifikasi atau disadurlah gitu, berdasar rekaman ingatan dari kutipan-kutipan dialog dalam film, novel, dan berbagai sumber lainnya yang kuanggap berkesan–kata yang lahir murni dari dasar jiwa seorang pecinta, tetaplah lebih indah. Bahkan jika tak satu kata pun bisa terucap, seperti sms kosong itu.

*****

Mengapa kadang sulit menemukan kata untuk mengantarkan rasa? Mungkin karena rasa itu terlalu besar, terlalu berat, sehingga tak ada kata yang sanggup membawanya. (Makanya, Anda layak curiga pada seseorang yang tampak begitu fasih mengekspresikan cinta. Dia fasih, mungkin karena sudah sangat terlatih, dan dia sedang berencana menambah koleksi kekasih. Mungkin sih…)

Sulit mengungkap cinta, juga seringkali karena ketakutan rasa itu tak berbalas di seberang sana. Konon bertepuk sebelah tangan itu lebih perih daripada menepuk sarang tawon. Badan yang bengkak disengat lebah, mungkin sembuh beberapa hari sajalah. Tetapi kalau hati yang bengkak karena cinta yang di-reject, sakitnya lama, Jeck! Mana pas cinta ditolak, mbah dukun bukannya bertindak, tapi malah terbahak! Alamak, pantesan si mbah ngakak, wong dia itu dukun beranak.

Dalam kultur timur, wanita memiliki beban lebih besar soal ini. Mereka dianggap “tak pantas” nembak duluan, seolah mereka itu cuma papan sasaran, menunggu untuk dibidik. (Ini barangkali bukan hanya punya kaitan kultural atau psikologis, tetapi juga anatomis. Yang punya “pistol-pistolan” itu kan emang cuma cowok).

Untungnya–atau justru celakanya ya?–modernisasi telah membuat kita semakin ekspresif, terbuka soal perasaan. Kultur kita yang serba teduh, tertutup, misterius, tak kuasa menahan terpaan gaya barat yang hangat, terbuka, dan spontan. Terus, kok masih ada sms kosong?

*****

Sms kosong dan rasa yang tak menemukan kata itu, juga bisa dikirim seseorang yang sebenarnya buka tipe orang yang sulit mengungkapkan perasaan, bahkan mungkin digelari sebagai Grand Master of Romance, oleh yang mengetahui “kualitas”-nya.

Dia tak hanya grand master soal teori lo… Soalnya ada juga orang yang kreatif banget menyusun kata-kata asmara nan indah, laci-lacinya dipenuhi lembaran berisi puisi yang mendayu-dayu, juga selalu bisa diandalkan sebagai tempat curhat dan konsultasi soal pernak-pernik asmara. Tapi Sang Grand Master justru jomblo sejomblo-jomblonya.

Yang ini tidak. Soal teori mengagumkan, dalam praktek mencengangkan. (Ya, mencengangkan. Kok bisa ya, orang seromantis dia nge-jomblo). Serius, portofolio penaklukannya cukup impresiflah.

Nah, kok bisa ngirim sms kosong juga?

Mungkin karena dia sadar, rasa itu tak seharusnya ada. Dia sudah tidak pada posisi yang tepat untuk jatuh cinta, seperti Inzaghi terlanjur pada posisi offside untuk menjebol gawang lawan.

Itulah saat ketika dia sadar, bahwa memiliki sudah tak mungkin, tapi juga mustahil berhenti menyayanginya.

Dia tak ingin ada yang menyakitinya, tetapi juga sudah bersiap untuk tak terlalu merasa sakit, jika suatu saat ada yang sungguh-sungguh ingin membahagiakannya.

Inilah rindu dari jauh, yang berlayar tanpa pernah bisa berlabuh. Inilah cinta yang ingin menjagamu tanpa harus membuatmu merasa terganggu. Inilah hasrat untuk membuatmu bahagia, tanpa memaksamu menjadi miliknya. Inilah cinta yang tak pernah terucapkan, hingga tiba saat menyerah di garis batas kehidupan.

Tuit… tuit… tuit. Message received. [Blank] as my life without you.

==========================================

PS: Jadi kalau kamu bertanya apa maksud sms kosong itu, inilah jawabnya. Bahwa sudah lama dia memperhatikan jejak mungilmu mengarungi belantara kehidupan, mengagumi ketangguhanmu di tengah kejamnya pusaran nasib.

1. Ingin rasanya dia menjagamu, little angel, tanpa membuatmu merasa terganggu, memastikan tak ada yang menyakitimu, tanpa harus memilikimu, ingin mendengar suatu hari kamu benar-benar bahagia, bersama orang yang menggapmu sungguh berharga. Itu saja.


Dedicated to : Matahariku.. Thank's karna qm sudah menerangi hari hariku dengan cahaya keceriaanmu,, maaf klo aq dah srink ganggu qm pke sms2 g pentink q n krna dah srink bkin qm jengkel oleh skap n sifat q..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar